Hujan kekecewaan

Merindu yang terlalu dalam, seperti memenuhi seluruh kehidupan ini. Setiap detiknya selalu berusaha mengusik jiwa ini, sering kali mencoba menepis namun sama halnya dan mungkin akan tetap sama. Seiring dengan derap langkah yang kian melambat, hembusan angin pun seakan membela sang rindu, hujan pun tak ingin kalah, semua menjadi satu bersama rindu dalam diri ini. Hujan yang biasa datang menenangkan kini berubah menjadi kekecewaan bersama dengan rindu yang tak terbalaskan.

Bayang kekhawatiran

Malam yang kian larut membuat terhanyut dalam sepi, memasuki alam hayalan dan kenangan. Mencoba untuk menatap jutaan langkah ke depan, tampak sebuah titik cahaya. Terangnya terdapat diujung jalan itu, terang yang menenangkan hati. Tapi bagaimana dengan jalan sepanjang menuju kesana? Tampak gelap, lebih tepatnya sedikit kurang penerangan. Semangat seolah bergejolak melihat terang diujung jalan, namun angin berbisik mampu kah melewati gelap jalan setapak itu? Bayang kekhawatiran seolah beradu kuat dengan semangat diri. Langkah kaki terus menapaki jalan ini, berharap cepat menjemput cahaya itu. Cahaya masa depan yang penuh harapan.

Penantian yang sempurna

Hari ini, pertama kalinya saya menulis di blog. Tulisan pertama saya ini seperti judulnya “penantian yang sempurna”. Sekarang saya memang sedang menjalani penantian dan proses pembentukan dari Tuhan. Saya bersyukur untuk setiap hal itu. Berkat canda serta tawa memang membuat kita mudah bersyukur, tapi masih kah kita sanggup mengucap syukur untuk segala pergumulan yg terjadi ? Sadar atau tidak pergumulan itu proses yang sempurna untuk menjadikan kita pribadi yg lebih baik. Nikmati setiap prosesnya, sertai dengan ucapan syukur maka penantian itu akan terasa sempurna. Dan temui kebaikan serta berkat sebagai jawaban penantian tersebut. God Bless 😇