Jarak memberi arti indahnya merindu

beautyplus_20160123123041_fastKisah yang berawal dari candaan ku bersama temanku sepulang kuliah di parkiran motor, yang saat itu aku pun tidak sepenuhnya sadar akan makna ucapanku. Ya inti nya hanya minta dikenalin sama cowok *keterlaluan percaya dirinya 😁. Malam harinya ada kontak bbm baru masuk, ahh paling teman kuliah pikirku. Dan yang lebih mengejutkan ternyata ini adalah pria yang ingin temanku kenalkan. Anggap saja bukan aku yang minta dikenalkan dalam pikirku menenangkan diri. Singkat cerita kami pun berkenalan pada bulan satu tahun 2015. Setelah sebulan berkomunikasi, akhirnya dia mengajak untuk saling bertatap muka. Tapi mungkin waktunya belum tepat, aku mendapat tugas dinas dari kampus kedaerah selama sebulan. Aku pergi namun kami tetap lancar komunikasi, sampai aku kembali. Setelah kembali ternyata tugas dinas ku diperpanjang, dam aku ditempatkan di daerah yang tidak terlalu jauh, masih bisa berangkat dari rumah. Dan lagi dia mengatakan ingin bertemu, kami pun bertemu saat aku mendapat libur. Ya aku masih ingat tempat pertama kali kami saling memandang, aahh rasanya pipi ku memerah sekali. Pertemuan itu tepatnya pada bulan tiga, yang kami berdua pun lupa tanggalnya. Setelah pertemuan, tidak ada yang berubah kami masih saling komunikasi. Yang terjadi malah semakin terasa akrab. Sampai lah pada bulan ke enam, yang mana seperti biasa kami komunikasi. Dan dia tiba-tiba berkata kita sudah 3 bulan ya pacaran, dengan bingung aku harus membalas apa. Tidak ada kata apapun menyatakan kami layaknya orang pacaran. Setelah itu, kami semakin dekat. Lebih sering bertemu. Sampai aku menyelesaikan kuliah ku dia masih tetap setia menunggu, setelah wisuda aku pun dilema antara kerja dan lanjut kuliah. Dia mendukung untuk terus kuliah, dengan konsekuensi kami berpisah jauh. Seakan tak perduli, di terus meyakinkan. Aku memutuskan mengikuti sarannya, hingga kini kami harus menjalani hubungan jarak jauh kota J-P. Jarak sering membuat kami akhir2 ini salah paham, mungkin karena rasa ingin bertemu yang membuat kami lebih sensitif. Tapi kami yakin, bisa menjalani ini. Tidak mudah, tapi percaya jarak tidak salah, jarak mengajarkan kami indahnya merindu, kami menikmati proses ini. BeautyPlus_20160123123041_fast.jpg
Iklan

Salam rindu untuk mu di tempat terindah

img_20160828_130347Selamat malam sosok lelaki terbaik untuk ku, apa kabar ? Lama tak pernah sekedar menyapa walau hanya lewat renungan. Bahagia ya pak disana ? Iya pasti nggak sakit kan ? Maaf akhir-akhir ini kadang tampak melupakan, iya memang anak mu sedikit sibuk dengan tugas akhirnya. Tapi sekarang sibuk ku sudah terbayar pak, anak satu-satu nya yang menjadi harapan mu sudah memakai toga. Kemarin juga sempat main ke rumah bapak n sedekar bersih-bersih, rumah bapak masih sederhana dan belum diperbaiki. Doa kan anak mu, yg masih akan melanjutkan studi. Janji ku akan perbaiki rumah bapak nanti, sabar dulu ya pak ? Selalu bawa aku dalam doa mu dari tempat terindah. Salam rindu dari anak mu pak 😢.

Menuliskan Bahagia

Saya bukan orang yang terlalu pandai menulis,tulisan yang buat hanya untuk menyalurkan perasaan saat itu. Yang terkadang bingung harus mulai dari mana, kalau sudah terlalu merasa nyaman bingung untuk menghentikannya dimana, *terkadang bapernya nggak tertolong. Yah dari pada menginggung disana sini, atau berkoar-koar ndak jelas yang belum tentu orang itu juga tau kalau yang dimaksud itu dia. Saya lebih memilih mencurahkannya disini, sekedar untuk sedikit melegakan sesak di dada. Karena terkadang bercerita pada orang akan semakin membuat suasana hati tidak nyaman. Menulis itu menyenangkan, ada perasaan bahagia yang susah diungkapkan *terasa lagi bapernya 😅.

Hujan kekecewaan

Merindu yang terlalu dalam, seperti memenuhi seluruh kehidupan ini. Setiap detiknya selalu berusaha mengusik jiwa ini, sering kali mencoba menepis namun sama halnya dan mungkin akan tetap sama. Seiring dengan derap langkah yang kian melambat, hembusan angin pun seakan membela sang rindu, hujan pun tak ingin kalah, semua menjadi satu bersama rindu dalam diri ini. Hujan yang biasa datang menenangkan kini berubah menjadi kekecewaan bersama dengan rindu yang tak terbalaskan.

Bayang kekhawatiran

Malam yang kian larut membuat terhanyut dalam sepi, memasuki alam hayalan dan kenangan. Mencoba untuk menatap jutaan langkah ke depan, tampak sebuah titik cahaya. Terangnya terdapat diujung jalan itu, terang yang menenangkan hati. Tapi bagaimana dengan jalan sepanjang menuju kesana? Tampak gelap, lebih tepatnya sedikit kurang penerangan. Semangat seolah bergejolak melihat terang diujung jalan, namun angin berbisik mampu kah melewati gelap jalan setapak itu? Bayang kekhawatiran seolah beradu kuat dengan semangat diri. Langkah kaki terus menapaki jalan ini, berharap cepat menjemput cahaya itu. Cahaya masa depan yang penuh harapan.

Penantian yang sempurna

Hari ini, pertama kalinya saya menulis di blog. Tulisan pertama saya ini seperti judulnya “penantian yang sempurna”. Sekarang saya memang sedang menjalani penantian dan proses pembentukan dari Tuhan. Saya bersyukur untuk setiap hal itu. Berkat canda serta tawa memang membuat kita mudah bersyukur, tapi masih kah kita sanggup mengucap syukur untuk segala pergumulan yg terjadi ? Sadar atau tidak pergumulan itu proses yang sempurna untuk menjadikan kita pribadi yg lebih baik. Nikmati setiap prosesnya, sertai dengan ucapan syukur maka penantian itu akan terasa sempurna. Dan temui kebaikan serta berkat sebagai jawaban penantian tersebut. God Bless 😇